Pengalaman pertama ini membuat saya speechless..gak bisa ngomong apa-apa selain keracunan atau lebih tepatnya kecanduan.
Padahal dulunya, saya ogah pakai SLR..bukan karena sudah merasa jago..tapi karena mata saya abnormal tingkat tinggi.
Dan entah kenapa, menyaksikan semua hal dari balik viewfinder yang terbatas, saya merasa sudah waktunya saya untuk hening, menunggu saat spesial itu datang dan setelah pandangan terasa nyata maka hanya satu hal yang harus saya lakukan, menekan shutter dengan mantap. Dan voila, semua keajaiban itu hadir tanpa butuh banyak kata, sempurna atau tidak sempurna bukan hal yang penting, tapi prosesnya-lah yang berharga
Enjoy every picture you had....
Special thank to:
Mas Didot Herlambang yang sudah minjemin saya Mr Zenitnya
Mas Rahmat, Mas Bowo dan Mas Ari atas pelajaran yang bisa mengilhami saya untuk belajar motret terus dan terus
dan kamu (pria ransel dengan kamera)..I'm so much better when you around
All picture taken with Zenit 122, location: Surabaya dimana aja boleh..^_^
Tampilkan postingan dengan label Dibalik Lensa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dibalik Lensa. Tampilkan semua postingan
Senin, 21 November 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
Road to Dreams dan Indahnya Punya Sahabat
"All human beings are dream beings. Dreaming ties all mankind together." (Jack Kerouac – Book of Dreams)
Minggu, 16 Oktober, Semua berawal dari sms seorang teman sebut saja mas Yossy Hendrawan yang menawarkan untuk menemani saya berangkat memotret, dan saya pun mengiyakan. Bersama mas Yossy, saya pun copy darat dengan beberapa kawan lama (mas Hendra Prabowo dan Rahmat Baskara) yang sudah pernah saya kenal di Facebook tapi belum ketemu, dan beberapa kawan baru (mas Didot Dwi Herlambang, mas Norman dari Jakarta, Laurentia, Fauzi, mas Bambang, mas Ari). Kami pun berkelana di sebuah lokasi yang namanya Taman Bungkul di Surabaya. Seru-seruan motret dan ada aksi narsis para fotografer.
Seminggu kemudian, tepatnya Minggu 23 Oktober, kami pun lanjut ke Hanggar Lanud Juanda. Asiknya motret pesawat, ketawa bareng sahabat, dan mengeksplorasi kamera baru (Kamera Rusia Agat 18K dan Mamiya RB 67) membuat saya ketagihan dan menyadari bahwa kadang hidup jauh lebih indah ketika kita berhenti mengejar kebahagiaan dan melihat dengan hati. Karena semua hal dan mimpi itu sebenarnya ada di depan mata. Enjoy your life, perfect or imperfect. Kamera analog itu jujur..^_^..Monggo..
Minggu, 16 Oktober, Semua berawal dari sms seorang teman sebut saja mas Yossy Hendrawan yang menawarkan untuk menemani saya berangkat memotret, dan saya pun mengiyakan. Bersama mas Yossy, saya pun copy darat dengan beberapa kawan lama (mas Hendra Prabowo dan Rahmat Baskara) yang sudah pernah saya kenal di Facebook tapi belum ketemu, dan beberapa kawan baru (mas Didot Dwi Herlambang, mas Norman dari Jakarta, Laurentia, Fauzi, mas Bambang, mas Ari). Kami pun berkelana di sebuah lokasi yang namanya Taman Bungkul di Surabaya. Seru-seruan motret dan ada aksi narsis para fotografer.
Seminggu kemudian, tepatnya Minggu 23 Oktober, kami pun lanjut ke Hanggar Lanud Juanda. Asiknya motret pesawat, ketawa bareng sahabat, dan mengeksplorasi kamera baru (Kamera Rusia Agat 18K dan Mamiya RB 67) membuat saya ketagihan dan menyadari bahwa kadang hidup jauh lebih indah ketika kita berhenti mengejar kebahagiaan dan melihat dengan hati. Karena semua hal dan mimpi itu sebenarnya ada di depan mata. Enjoy your life, perfect or imperfect. Kamera analog itu jujur..^_^..Monggo..
Sabtu, 15 Oktober 2011
Imperfect is honest
Kamera: Mdl 9
Amunisi: Film kadal saya lupa mereknya
Suatu hari saya melewatkan waktu untuk memotret di dua tempat berbeda dengan beberapa obyek yang berbeda. Maksud hati ingin bergaya klasik ternyata malah jadul, hasil jepretan dengan film expired (film kadal) rupanya nyaris tak terduga..some picture have a grainy..Itulah analog, tak sempurna tapi jujur, apa adanya tanpa editan kecuali sekedar resize atau mungkin sedikit brightness..sama seperti hidup, perlu diracik sedikit dan semoga saja bumbunya pas ...happy sunday..
Amunisi: Film kadal saya lupa mereknya
Suatu hari saya melewatkan waktu untuk memotret di dua tempat berbeda dengan beberapa obyek yang berbeda. Maksud hati ingin bergaya klasik ternyata malah jadul, hasil jepretan dengan film expired (film kadal) rupanya nyaris tak terduga..some picture have a grainy..Itulah analog, tak sempurna tapi jujur, apa adanya tanpa editan kecuali sekedar resize atau mungkin sedikit brightness..sama seperti hidup, perlu diracik sedikit dan semoga saja bumbunya pas ...happy sunday..
Kamis, 06 Oktober 2011
On the Road 1
Saya suka motret, melihat dunia dari balik lensa, mengunjungi berbagai tempat, belajar dari hidup orang lain bahkan meluangkan waktu untuk mendengar curhat mereka...Tapi ini bukan tentang saya..ini tentang mereka...Inilah jeda saya diantara penat dan kerasnya dunia..tiket saya untuk beristirahat...
Langganan:
Postingan (Atom)












